Butuh Gerakan Kolektif Warga, untuk Menuju Kampung Warna Leuwiseeng Picung

110 views

Butuh Gerakan Kolektif Warga, untuk Menuju Kampung Warna Leuwiseeng Picung

SALIRA NEWS | TASIKMALAYA – Konsep Kampung Warna adalah bukan hal yang baru. Ada banyak Kampung Warna di Indonesia. Kamu bisa searching di Google dengan kata kunci “Kampung Warna”.

Wilayah Picung merupkan suatu Blok Wilayah yang termasuk ke dalam Kedusunan Leuwiseeng (Kampung Leuwiseeng). Alamat lengkapnya Kampung Leuwiseeng (Blok Picung), Rt.03 Rw.09, Desa Sukaherang, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya 46413, Jawa Barat.

Dalam hal ini, Warkop Salira memiliki Ide gagasan untuk bagaimana Agar Blok Picung ini bisa menjadi suatu Kampung Warna.

Sebenarnya memang lebih baik lagi jika seluruh Kampung Leuwiseeng nya yang menjadi Kampung Warna, tetapi karena ruang lingkupnya cukup besar, juga Manajemen Manusia nya juga banyak, maka Warkop Salira tidak sanggup untuk bisa berpikir ke sebesar tersebut. Butuh beberapa SDM tambahan lain untuk mengkaji sebesar itu.

Sehingga yang bisa pikirkan Warkop Salira adalah ruang lingkup kecil dahulu yaitu Blok Picung dulu, karena jelas tidak sanggup untuk men-trigger sebesar Kampung Leuwiseeng. Semoga ada pemikir lain untuk menghandle yang di luar Blok Picung.

Untuk di ruang lingkup Blok Picung, Warkop Salira, sudah berusaha melakukan “trigger” untuk itu. Dengan cara mengecat Dinding Warkop dengan Warna-warni Pelangi, Merah Kuning Hijau Biru dan ada Warna Putih sebagai warna Dasar.

Selama ini, Kampanye dilakukan melalui Media Sosial, yang bertujuan untuk men-trigger emosi Warga. (emosi dalam arti positif ya).

Ada banyak manfaat Kampung Warna, baik secara Ekonomi, maupun Sosial Budaya, diantara manfaat Kampung Warna adalah sebagai berikut:

1. Menambah Income (Pemasukan) Penghasilan untuk semua Warga setempat, karena Kampung Warna yang Sukses dapat diberlakukan Tiket Masuk bagi pengunjung luar yang ingin memasukinya. Dan keuntungan dari Tiket Masuk menjadi milik semua warga (tentunya di atur sedemikian rupa teknik pelaksanaannya).

2. Menciptakan Lapangan Kerja (Tepat di depan masing-masing Rumah Warga). Rumus Ekonominya begini: “Semakin Banyak Lalulintas Manusia di suatu Tempat, maka akan semakin besar peluang sukses menjual barang dagangan apa saja di hadapan mereka”. Nah, Warga dapat menjajakan Barang dagangan mereka masing-masing. Insya Alloh 98% Laku Keras asalkan memenuhi syarat diatas (yaitu banyak pengunjung).

3. Membuat 300% Meningkatnya Kesadaran Warga untuk Arti Hidup Bersih, Sehat. Insya Alloh Kampung Warna akan membuat Pola Pikir semua Warga menjadi Luar Biasa untuk Hal Kebersihan. 97% Yakin warga akan selalu menjaga Kebersihan lingkungannya, Karena mereka seketika menjadi sadar bahwa Lingkungan Bersih (Asri) = Pengunjung Lebih Banyak. Pengunjung Lebih banyak = Uang lebih banyak.

Dalam pelaksanaan Wisata Kampung Warna, maka sangat penting untuk memberitahukan kepada setiap atau seluruh Pengunjung tentang batasan-batasan / peraturan-peraturan yang harus di ta’ati bersama. Mulai dari Disiplin Waktu Jam Buka dan Jam Tutup, sampai ke bagaimana Pengunjung ber Etika ketika sedang berada di Kampung Warna tersebut. Semua harus tertulis dan setiap pengunjung faham dan lalu menerima peraturan itu ketika dia memutuskan memasuki Kampung Warna. Dan pelaksanaanya dijalankan oleh beberapa orang Petugas Keamanan khusus yang ditugaskan, dimana SDM Petugas Keamanan nya di ambil dari Warga Kampung Warna tersebut.

Itulah Gambaran Umum Kampung Warna, sebuah metode alternatif agar seluruh Warga menjadi Produktif secara Positif. Amin. (Singaparna, 16 Mei 2018 – Pipih Pirmansyah – WA: 08-5353-99-4262).

Tags: #Gerakan #Kampung #Kampung Warna #Kolektif #Leuwiseeng #Picung #Warga #Warna